sedang memuat
awali dengan bismillah
lelah lillah
jadilah manusia yang bermanfaat

Aku Tahu

Mengapa Allah masih belum mengizinkan aku mendapatkan peringkat satu di kelas. Aku tahu bahwa Allah lebih tahu. Mungkin kesombongan akan muncul di hati tatkala jika itu terjadi.

Mengapa Allah tidak meluluskanku ujian masuk sekolah ‘x’? Aku tahu bahwa Allah lebih tahu. Mungkin lingkungannya tidak cocok bagiku sehingga akan membahayakanku.

Mengapa Allah tidak mengabulkan permintaanku untuk memiliki IPK 4 meskipun aku sudah berusaha? Aku tahu bahwa Allah lebih tahu. Mungkin Allah ingin menanamkan kesabaran di dalam hati masih kotor ini, agar lebih siap menghadapi berbagai hasil usaha di depan.

Mengapa Allah masih belum memberikanku jodoh? Aku tahu bahwa Allah lebih tahu. Mungkin Allah ingin aku lebih mendalami ilmu perihal bahtera cinta agar benar-benar siap dan mantab.

Mengapa Allah belum mengizinkanku mendapatkan keturunan padahal sudah lama menikah? Aku tahu bahwa Allah lebih tahu. Mungkin karena Allah ingin aku lebih siap untuk mendidik anak kelak jika dikaruniakan.

Mengapa Allah memberikanku anak yang berbeda dari anak-anak yang lainnya? Aku tahu bahwa Allah lebih tahu. Mungkin Allah ingin menghindarkan anakku dari fitnah dunia yang kejam, pergaulan bebas, ataupun segala marabahaya di kalangan anak jaman sekarang.

Mengapa Allah tidak memberikan pekerjaan sesuai harapanku? Aku tahu Allah lebih tahu. Mungkin agar rasa syukur tidak berkurang, ibadah tetap kencang. Bisa jadi jika dikabulkan, semua kebaikan itu hilang melayang.

Aku teringat bahwa sudah dijelaskan dalam hadits:

Telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Allah berfirman: “Aku selalu tergantung prasangka hamba-Ku terhadap-Ku.” (Shahih Bukhari 6951)

Tiga hari sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, beliau bersabda: “Jangalah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali ia berbaik sangka kepada Allah.” (Shahih Muslim 5124)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “perkara orang mu`min mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.” (Shahih Muslim 5318)

Oleh sebab itu, yuk kita terus selalu berprasangka baik kepada Allah. Kuatkan usaha dan doa, karena Allah berfirman:
‎وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Sebagai penutup dan reminder, terutama bagiku:
Jika seseorang menginginkan suatu hajat tapi tidak pernah memohonnya tatkala shalat tahajud (atau bahkan tidak melakukan shalat tahajud), maka ia belum benar-benar menginginkan hajat tersebut.

Leave comment